Wasiat Ibnu Arabi

Maret 13, 2007 linggar


 
 HIKMAH SUFI

Tahukah Engkau Apakah Cinta itu?
Hati
Ta’at
30 Budi Pekerti Amal Baik dan Amal Buruk
Urusan Allah
Dunia
21 Budi Pekerti Mulia
Faqd (Kehilangan Allah) Dan Wajd (Menemukan Allah)
Siksaan
Ilmu
Adab
Wara’
Wasiat-wasiat Ibnu `Arabi
Nasehat-Nasehat Sulthonul Auliya’ Syeikh Abul Hasan asy-Syadzily
Dawuh-Dawuh Hadratusysyaikh Abdul Jalil Mustaqim
IKHLAS
Hakikat Karamah
Adab Bersama Allah dan RasulNya, Syeikh dan Sesama
Kedudukan Para Wali
Ciri-ciri Wali Badal

Diantara Wasiat-wasiat Ibnu `Arabi
Jika engkau berkhidmat kepada guru, janganlah berpuasa dan bepergian kecuali dengan izinnya.
Dan seorang istri tak boleh berpuasa dan bepergian tanpa izin suaminya, yaitu dalam puasa-puasa sunnah dan meng-qadha puasa bulan Ramadhannya.

Istri tidak boleh melantunkan azan di rumah suaminya, kecuali dengan izinnya jika suaminya itu ada.
Istri tidak boleh meminta perceraian saudara perempuannya untuk dinikahi suaminya.
Perempuan tidak boleh bepergian tiga hari tanpa disertai muhrimnya.
Berhati-hatilah engkau agar jangan menggunakan harta saudaramu kecuali dengan izinnya.

Janganlah memperbanyak permintaan dari Allah, karena Allah Maha Besar dari segala yang engkau bayangkan.
Jika engkau meminum air, lakukanlah sambil duduk.
Jika engkau memohon Ampunan kepada Allah, yakinlah dalam permohonanmu itu. Janganlah engkau ucapkan : “Ampunilah aku jika Engkau mau.” Mohonlah Rahmat dan Ampunan Allah.

Jika engkau memasuki pagi setiap hari, ucapkanlah : “Ya Allah, aku bersedekah dengan harta bendaku kepada hamba-hamba-Mu. Ya Allah, barangsiapa yang menyakitiku, mengejekku, memarahiku, atau melakukan suatu perkara bersamaku yang menyebabkan suatu hukuman, aku bersaksi kepada-Mu wahai Tuhanku, bahwa aku telah menggugurkan tuntutan (hak)-ku padanya di dunia dan akhirat.”
Janganlah engkau ucapkan : “Yaa khaybatad-dahri.” (Aduhai sialnya waktu ini), karena Allah adalah Ad-Dahr (Sang Waktu). Ini diriwayatkan dari Rasulullah SAW.

Berhati-hatilah engkau agar jangan menampakkan pahamu hingga terlihat oleh orang lain.
Janganlah engkau melihat paha orang yang hidup maupun yang sudah tiada.

Berhati-hatilah engkau agar jangan duduk di atas kuburan, dan tatkala menghadapi seseorang yang wajahnya tertuju kepadamu.
Janganlah engkau jadikan kuburan sebagai masjid.
Dan janganlah engkau mengharap mati karena penderitaan yang menimpamu,melainkan ucapkanlah : “Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku jika kematian itu lebih baik bagiku. Dan jika Engkau hendak menguji suatu kaum, maka selamatkanlah aku dengan ujian-Mu itu.”

Entry Filed under: Akhlak

One Comment Add your own


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to comments via RSS Feed

Laman

Kategori

Kalender

Maret 2007
S S R K J S M
    Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Most Recent Posts

 
%d blogger menyukai ini: